MEMELIHARA IKAN

Ikan Koi Varietas Taisho Sanke

Written By gara on Rabu, 10 Oktober 2012 | 20.29

Ikan Koi Varietas Taisho Sanke

 

Taisho-Sanke adalah koi yang badannya berwarna putih dan-dihiasi dengan warna merah dan hitam. Pola dasarnya merah pada bagian kepalanya, dan garis lebar hitam pada bagian dadanya. Taisho-Sanke termasuk varietas yang terkenal, seperti hal-nya Kohaku.

Tidak jelas sejak kapan koi dengan tiga warna ini muncul. Namun sejak pertengahan jaman Meiji, koi dengan tiga warna sudah ditemukan. Pada awal-nya, yang ada baru koi dengan tiga warna yang se-cara penuh menghiasi sekujur badan koi. Atas jasa Eizaburo Hoshino dari Takezawa, kini telah dapat menikmati koi yang berbadan putih dengan hiasan warna hitam dan merah pada sekujur badannya.

Seperti Kohaku, putihnya Taisho-Sanke harus seputih salju. Warna merah harus seragam dan pekat. Yang bertepi terang lebih penting. Taisho-Sanke di-sebut bagus Jika di kepalanya tidak terdapat warna hitam. Koi yang punggungnya terdapat warna hitam lebar akan lebih bagus dan tampak sangat indah. Tsubo-Sumi adalah koi yang mempunyai badan putih dengan bercak hitam, sedangkan Kasane-Sumi adalah koi yang pada warna hitamnya terdapat di atas bercak merah. Yang paling ideal adalah sirip yang juga mempunyai tiga pola warna.

Aka-Sanke adalah Taisho-Sanke yang warna merahnya membentang dari kepala hingga ekor. Koi ini memang sangat mengesankan, tetapi kurang ang-gun. Doitsu-Sanke adalah Taisho-Sanke yang masih merupakan keluarga karper kaca dari Jerman. Aka-Sanke dari karper kaca ini dikenal dengan Doitsu-Aka-Sanke. Fuji-Sanke adalah Taisho-Sanke yang mempunyai gumpalan perak pada kepalanya. Tancho-Sanke adalah koi yang mempunyai warna merah yang lebar pada kepalanya, tapi pada badan-nya tak terdapat warna merah.

20.29 | 0 komentar | Read More

ciri ciri Ikan Koi yang baik

Kualitas Koi



 
















Kualitas koi sesungguhnya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kualitas yang tinggi merupakan perpaduan antara warna-warna putih, merah, hitam, dan bentuk badan secara keseluruhan. Suatu kecen-derungan untuk menilai koi lebih yang besar, tanpa melepaskan kriteria warna badannya, adalah sangat penting.

Kualitas koi identik dengan setiap poin yang berlaku di dalam penjurian perlombaan koi. Bentuk badannya, warnanya, pola warna, dan keanggunan-nya sangat erat hubungannya dengan kualitas koi. Mendapatkan kualitas yang bagus adalah suatu hal yang sangat kita harapkan. Dan pastilah koi demi-kian akan mendapatkan nilai yang tinggi apabila diikutkan dalam perlombaan. Adalah salah besar apabila kita Selama ini hanya menganggap bahwa nilai seekor koi hanya ditentukan oleh pola warna badannya ataupun dari besarnya saja.

Dengan mengetahui kualitas koi, kita bisa mem-perkirakan harganya. Artinya, Jika koi yang hendak kita beli benar-benar bagus, tidak salah apabila kita harus mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah. Nilai sebesar itu tentu tidak untuk seekor koi yang rendah kualitasnya. Jangan lagi kita menjadi korban i dari keisengan pedagang yang menawarkan seekor i ikan mas lauk yang sekalipun besar dan bentuk ba-dannya bagus, dengan harga seekor koi. Atau Sebaliknya, Jangan sampai kita bertahan dengan harga yang rendah ketika nienawar seekor koi berkualitas prima. Karena hal ini sebenarnya hanya akan mene-lanjangi kita, karena kebodohan kita akan terlihat > oleh para pedagang. Jika pedagang menghadapi penv beli yang tidak mengerti, mereka malah akan mengerjai atau bahkan segan melayani pembeli berkon-sultasi.
20.28 | 0 komentar | Read More

Cara Membuat Kolam Koi

Membuat Kolam Koi























Berbeda dengan koiam untuk membudidayakan ikan konsumsi, kolam koi di taman, tidak perlu di-ukur elevasinya. Kolam koi bisa dibuat seluruhnya di bawah permukaan tanah, di atas permukaan ta-nah, atau kombinasi. Tidak seperti kolam ikan konsumsi yang harus kombinasi. Ada kalanya kita perlu membuat kolam koi yang seluruhnya berada di atas tanah, karena lokasinya di samping rumah yang biasa untuk lalu-lalang orang. Kolam seperti ini tentu akan cepat kotor Jika seluruhnya di bawah permukaan tanah, maka kita ambil bentuk yang me-nonjol. Suatu saat mungkin orang ingin membangun kolam yang cukup luas pada areal taman yang sudah jadi, maka akan kelihatan kurang menarik apabila kolam ini terlalu menonjol sehingga menutupi kein-dahan bagian taman yang lain. Dalam hal ini kolam yang seluruhnya berada di bawah permukaan tanah lebih disukai. Dan tidak jarang mereka menghendaki kolam yang lebih dalam   di sudut pekarangan (tamannya), sehingga mereka memendam sebagian kolamnya di dalam tanah dan sebagian lagi menonjol ke permukaan tanah. Berbagai pilihan memang harus ditentukan setelah melihat situasi dan kondisi secara keseluruhannya.

Setelah menentukan bentuk yang dikehendaki, kolam bisa dirancang di atas tanah dengan tali plas-tik atau slang air agar bentukan jadinya mudah kelihatan. Kemudian tanah bisa mulai digali dengan cangkul. Jika menginginkan kolam dengan dua keda-laman, bagian luar dangkal sebelah tengah lebih dalam, hendaknya direncanakan sejak awal hingga tidak merepotkan yang mengerjakan kolam. Kolam dengan dua kedalaman sangat berguna bagi koi, terutama untuk persembunyian mereka dari panas yang terlalu terik.

Bahan baku pembuat kolam hendaknya di-gunakan batu bata. Dengan bentuknya yang kecil batu bata bisa dibuat sangat fleksibel sesuai keingin-an kita. Berbeda dengan batako yang berukuran besar yang menyulitkan kita Jika menginginkan bentuk berlekuk-lekuk. Pada dasar kolam bisa dipasang bata atau dicor. Namun, sebelum itu semua hendaknya sedari awal ditentukan di mana letak pintu pembuangan dan pemasukan air. Pintu pembuangan bagi kolam yang dibangun seluruhnya di dalam tanah, memang tidak mungkin dibuat. Untuk seluruh kolam harus dipikirkan sirkulasi airnya. Artinya Jika kita menghendaki kolam berair terjun atau ber-air mancur sudah harus dipikirkan di mana letak pompa, filter air, dan bagian yang bakal dibuat ter-juannya. Oleh karenanya, sekali lagi sangat penting bagi kita untuk menuangkan angan-angan dan ke-inginan kita ke dalam gambar yang rinci. Jangan sampai kita masih harus membongkar pasang ketika bangunan sudah selesai. Ketika bangunan sudah rapi dan kita lupa membuat sebuah lubang maka tentu akan menambah pekerjaan, karena kita juga harus membuat saluran yang berhubungan dengan lubang itu.

Permukaan kolam hendaknya Jangan dibuat licin seperti kita membuat rumah, karena akan menyulitkan lumut tumbuh. Dengan melapisi semen (mengaci) agak kasar, kita berharap justru kolam akan menjadi licin dan nyaman bagi ikan karena adanya lapisan lumut yang ada di permukaannya. Pengerjaan bagian atas kolam tidak selalu harus di-selesaikan dengan bata juga, tapi bisa dipakai batu-batuan yang mempunyai bentuk artistik dan (Jika mungkin) antik. Karena kolam tidak mungkin hadir sendirian dalam taman, sediakan juga ruangan untuk tempat menanam tanaman. Di latar belakang kolam lebih cocok untuk tanaman karena tidak menghalangi pandangan.
smbr :.breederkoi
20.25 | 0 komentar | Read More

Cara PEMBENIHAN IKAN KOI

Ikan koi merupakan hasil seleksi keturunan ikan tombro (Cyprinus carpio Linnaeus) yang menganut bentuk tubuh, sisik, warna dan pola warna yang dimiliki. Ikan koi dibedakan dari ikan tombro yang belum melewati sejarah seleksi keturunan, adapun ciri-ciri yang dimiliki yaitu antara lain: bentuk tubuhnya silindris memanjang, kepala bagian depan bembulat, sirip-sirinya kompak dan tampak kuat, mempunyai warna sisik atau warna kulit (sebagian dari anggota koi tidak bersisik) yang jelas, bercorak dan bevariasi. Macam-macam warna dasar yang dimiliki koi antara lanin: putih susu, silver, ptih platinum, coklat, kuning, kuning emas, hitam, merah, dan oranye. Dari warna dasar tersebut di muka pada setiap individu koi dapat mempunayi satu warna atau beberapa warna dan membentuk pola warna tertentu, pola warna demikian pada koi disebut paten. Sebagai contohnya paten kohaku berarti ikan koi mempunyai warna merah dan putih, sanke yang berarti ikan koi mempunyai warna putih, merah dan hitam dan lain sebagainya.
Ikan koi merupakan jenis ikan hias kolam, namun dapat juga dipelihara di akuarium. Jenis ikan hias ini sangat populer dikalangan hobies ikan hias, menjadi koleksi orang-orang berduit, kantor, dan hotel, serta banyak diperjual belikan dengan harga bervariasi dari ribuan rupiah hingga jutaan rupiah. Harga ikan koi ditentukan dari ukuran dan kualitasnya.  Oleh karena itu pembenihan ikan koi sangat menentukan hasil dan keuntungan yang akan diperoleh pembudidaya ikan koi.

Adapun tahapan pembenihan ikan koi agar berhasil maka harus diikuti empat tahapan yaitu sebagai berikut:
1. Persiapan Sarana Pemijahan
Bak semen yang berukuran (2x2x1)m3 dibersihkan dengan cara disikat dan diguyur air mengalir lewat selang plastik. Yakinkan bahwa kolam dalam kondisi bersih, kolam diisi air sedalam 0,3 m. Di dalam air diletakkan kakaban yang dibuat dari ijuk yang dijepit memakai bambu yang dibelah atau memakai tali plastik rapia yang disisir halus dan diikat pada tali yang kemudian membentuk sulak. Kakaban atau “sulak” tali plastik rapia diposisikan mengambang di dalam air, disarankan volumenya 20 % dari ruang kolam. Di dalam air dialiri udara yang bersumber dari aerator, diharapkan nantinya induk ikan koi dan telur yang dihasilkan tidak kekurangan oksigen. Kran pemasukan air sedikit dibuka supaya terjadi pergantian air dan dapat terhindar dari kekurangan air yang dimungkinkan terjadi akibat kebocoran.
2. Pemilihan Induk
Induk ikan koi yang mempunyai kualitas yang baik dan akan dipilih sebagai
induk harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Bentuk tubuh silindris memanjang, proporsional, sirip-sirip mempunyai bentuk standar dan tidak cacat. Warna dasar jelas, batas antara warna jelas yang tidak menunjukkan adanya gradasi. Mempunyai paten yang nyata dan baik, misalnya paten tancho, warna merah pada bagian atas kepala benar-benar bulat, ukurannya proporsional dengan ukuran ikan, tidak terdapat warna merah lainnya di seluruh bagian tubuh ika yang berwarna putih salju. Contoh lain Showa Sanshoku atau showa sanske, terdapat warna putih, hitam dan merah pada seluruh tubuhnya, warna hitam menghiasi kepala bagian atas, sirip dada terdapat warna hitam yang berimbang antara di bagian kanan dan di bagian kiri, dan batas antara warna-warna pembentuk paten tampak jelas, serta  membentuk pola seni yang apik. Panjang tubuhnya minimal 45 cm, berat minimal 1,5 kg,  matang kelamin. Ciri-ciri induk ikan koi  matang kelamin yaitu: Pada jenis kelamin jantan sirip dada di bagian dorsal atau bagian punggung dan tutup insang jika diraba dengan ujung jari telunjuk akan terasa kasar. Induk betina perut nampak buncit, melebar ke arah lateral, samping dan jika ditekan dengan jari tengah akan terasa lembek. Striping tidak perlu dilakukan jika ingin mengetahui tingkat kematangan telur, karena hal ini jika dilakukan akan berpengaruh terhadap kesehatan induk, kualitas telur dan larva yang dihasilkan.
3. Pemijahan Induk
Induk ikan koi yang sudah dipilih diperkirakan beratnya, misal jika ukuran berat yang jantan lebih dari yang betina maka sebaiknya pemijahan mengunakan perbandingan jumlah induk 1 jantan dengan 2 betina, hal ini diharapkan jumlah telur yang dihasilkan sebanding dengan jumlah sperma. Setelah air di kolam pemijahan dibiarkan selama 24 jam, tetapkan waktu memasukkan induk ikan koi yang akan dimijahkan, biasanya di waktu sore hari, kira-kira pukul 17.00 jika di Indonesia bagian barat. Pemantauan pemijahan perlu dilakukan untuk menghindari telur yang sudah dihasilkan akan di makan kembali oleh induk yang dalam kondisi lapar habis melakukan perkawinan. Segerakan induk diangkat jika proses perkawinan selesai, kembalikan induk ke dalam kolam induk.
4. Perawatan Larva
Setelah waktu 2-3 hari telur-telur akan menetas, larva ikan koi dapat dilihat dengan mata telanjang jika larva sedang bergerak. Larva ikan koi akan bertahan hidup tanpa diberi pakan sampai hari ketiga karena adanya cadangan pakan pada perutnya. Cadangan pakan yang ada pada larva baru akan habis pada hari ketiga. Pada awal pemeliharaan larva  berikan pakan berupa kuning telur yang direbus dan sudah halus, atau berikan Rotifera jika ada. Pakan  dapat juga berupa pakan buatan pabrik yang dikhususkan untuk pemeliharaan larva ikan koi. Pada hari keenam atau ketujuh kakapan atau “sulak” tali plastik rapia dapat diangkat dengan cara hati-hati, agar larva tidak ikut tersangkut maka sebaiknya diguyur dengan  melalui selang plastik terlebih dahulu sebelum dipindahkan keluar dari kolam pemijahan.
5. Perawatan  dan Seleksi Bibit
Setelah larva ikan koi berumur 15 hari dari waktu pemijahan,  larva selanjutnya dapat disebut bibit ikan koi. Bibit ikan koi dapat dipindahkan dari kolam pemijahan atau kolam larva menuju ke kolam pemeliharaan bibit. Berikan waktu penyesuaian diri di kolam pemeliharaan bibit, baru setelah 1 hari dapat diberi pakan.  Pada umur itu bibit ikan koi sudah dapat diberi pakan berupa cacing sutera (Tubifex sp), tentu saja yang berkualitas baik. Sistem seleksi dilakukan dengan cara memilih bibit-bibit ikan koi yang berkualitas dan dipisahkan dari yang tidak  dipilih. Sistem seleksi bibit ikan koi yakni dilakukan secara bertingkat, untuk mendapat ikan koi yang benar-benar berkualitas. Seleksi pertama kali sebaiknya dilakukan seleksi setelah bibit berumur 60 hari.  Seleksi bibit pada umur 60 hari dilakukan untuk menghindari pakan yang dimakan bibit yang tidak berkualitas lebih banyak lagi. Tetapi jika seleksi yang pertama  dilakukan pada umur 90 hari akan lebih mudah menentukan bibit  yang mempunyai kualitas baik. Sistem seleksi dengan cara memilih bibit-bibit ikan yang berkualitas dan memisahkan dari yang tidak lolos seleksi.
 
smbr:lintangluku
20.21 | 0 komentar | Read More

Seleksi Induk Ikan Koi

 

Seleksi Induk Ikan Koi

Syarat utama induk yang harus dipenuhi ada-lah induk sudah matang kelamin dan matang tubuh, Matang kelamin artinya induk jantan sudah meng-hasilkan sperma dan induk betina sudah menghasil-kan telur yang matang. Matang tubuh artinya, secara fisik mereka sudah siap untuk menjadi induk-induk produktif. Bisa saja induk-induk tersebut sudah menghasilkan telur atau sperma, tetapi kalau- fisik-nya "payah" atau tidak meyakinkan Sebaiknya kita pilih yang lain.

Syarat lain tentu fisiknya harus prima, artinya lengkap dan tidak cacat. Sirip-siripnya masih leng-kap,  demikian juga  sisiknya.   Gerakannya  masih anggun dan seimbang serta tidak loyo. Umur induk minimal 2 tahun pada jantan, dan 3 tahun pada betina.   Betina  terlihat  lebih  besar dibandingkan dengan jantan, perutnya terlihat lebih besar dibandingkan punggungnya, dan ini gampang dilihat dari atas. Jantan Sebaliknya, lebih langsing dan perutnya rata jika dilihat dari punggung. Pada masanya kawin, konon pada sirip dada induk jantan akan muncul bintik-bintik berwarna putih.

Pilihlah seekor induk betina dengan 2 atau 3 induk jantan. Perbandingan yang sepintas dianggaptidak seimbang ini justru untuk menyeimbangkan kemampuan induk betina menghasilkan telur dengan jantan yang mengeluarkan sperma. Jika seekor betina hanya diberi pasangan seekor jantan, banyak telur yang tidak bisa dibuahi sperma. Selain dari itu, Jika hanya satu jantan yang dimasukkan ke kolam pemijahan dan tanpa disangka pejantan ini ngadat, maka gagallah pemijahan kita. Sebaliknya dengan menyediakan stok jantan yang cukup, hal ini bisa dihindari.


Disarankan untuk tidak menggunakan stok induk yang paling bagus, karena dengan mengawin-kan koi yang bagus biasanya koi tersebut akan men-jadi buruk/jelek. Anak keturunannya pun belum tentu sebagus induknya. Yang dikehendaki adalah koi yang biasa-biasa saja, artinya masih memiliki sifat-sifat unggul, seperti warnanya pekat, kendati polanya tidak prima. Pada saat seleksi benih, kita bisa memilih mana yang bagus dan mana yang perlu diafkir.


Smbr:breederkoi

20.17 | 0 komentar | Read More

Mengatur Keasaman Air Kolam Ikan Lele

Written By gara on Selasa, 09 Oktober 2012 | 01.26


Menjaga Keasaman Air Kolam Ikan Lele

Menjaga Keasaman Air Kolam Ikan Lele - Untuk air yang bersifat normal seperti pada kolam ikan lele, jika keasamannya berubah secara drastis, ini biasanya dikarenakan terkena air hujan dengan intensitas tinggi atau bisa juga karena banyaknya zat kimia organik dan anorganik yang memang brsifat asam sperti unsur nitrogen, untuk pencegahan dari faktor tersebut rekan budidaya lele harus menggunakan manajemen sirkulasi air dengan benar dan teratur. Manajemen  air untuk pencegahan berubahnya keasaman air diantaranya meliputi :

  • Pembuangan air 
  • Penambahan air
  • Penyiphonan dasar kolam
  • Pemberian overflow outlet dan lain sebagainya 
Dari manajemen air di atas kita sudah sedikit mengurangi resiko yang ditimbulkan dari keasaman kolam, dan lebih jauhnya lagi dengan manajemen air maka pembusukan yang ada pada dasar kolam yang disebabkan oleh zat organik bisa kita kurangi atau bahkan bisa dihilangkan.zat tersebut (amonia) bila kita biarkan akan sangat berbahaya bagi ikan lele serta juga dapat mengurangi oksigen terlarut pada air, juga akan menyebabkan bau air yang kurang enak.


Beberapa pencegahan lain diantaranya :

1. Penambahan Air yang fresh

Pada saat musim hujan rekan budidaya sangat dianjurkan untuk menambahkan air yang baru (fresh) agar dapat menormalkan air.

2. Memberikan Tanaman Air 
Memberikan tanaman air seperti azzola, ecenggondok dan lain sebagainya, ini dimaksudkan sebagai biofilter yang dapat menyerap serta mengurai zat kimia organik maupun anorganik yang terlarut, selain itu tanaman air dapat menyuplai oksigen terlarut kedalam air kolam lele, yang perlu diperhatikan dari pemberian tanaman ini adalah tingkat populasinya yang harus kita jaga.

 
Tanaman Air di kolam Ogasfarm.com

3. Penambahan suplai oksigen buatan
suflai oksigen yang kita dapatkan dari tanaman air tentunya tidak cukup bila menggunakan padat tebar tinggi, untuk itu kita harus memberikan suplai oksigen tamabahan dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan membuat percikan air menggunakan talang air melintang yang di tutup ujungnya dan di beri lubang sepanjang talang air tersebut ukuran kecil dengan jarak tiap lubang sekitar 10 cm, percikan air itulah yang akan menjadi  suplai oksigen terlarut dalam air.

Perlu kita perhitungkan pula pada  budidaya ikan lele yaitu suhu, suhu yang selalu berubah-ubah secara ekstrim akan membuat ikan lele kita menjadi setres, resiko yang ditimbulakan dari ikan lele yang setres yaitu vitalitas serta kekebalan dari ikan lele akan menurun, bila ikan lele terkena setres ikan akan mengeluarkan lendir dari tubuhnya lebih banyak dari biasanya yang akan mengakibatkan bakteri, virus serta jamur akan dengan sangat mudah menyerang tubuh ikan lele serta akan masuk kedalam tubuh lele menjadi penyakit.
01.26 | 0 komentar | Read More

Membedakan Ikan Koi jantan dan Koi betina.


smbr: Centralkoi–Pertanyaan yang sering muncul pada penggemar ikan koi adalah bagaimanamembedakan antara koi jantan dan koi betina. Pada usia dan ukuran koi yang masih muda dan kecil memang agak sulit untuk mengidentifikasi jenis kelamin ikan koi, meski bagi orang-orang yang sudah paham betul tidaklah sulit. Namun pada usia yang sudah cukup matang dan dewasa koi jantan dan betina dapat dibedakan dari segi fisik yang nampak. Ada beberapa hal yang bisa diamati sehingga bisa dibedakan mana koi jantan dan koi betina.

Hal pertama yang bisa diamati untuk membedakan koi jantan dan koi betina adalah pada bentuk badan ikan ( body conformation). Ikan Koi Jantan dan betina memiliki perbedaan pada bentuk badannya. Koi Jantan cenderung memiliki bentuk badan yang panjang dan kurus. Sedangkan Koi Betina memiliki bentuk badan yang lebih tambun dan lebih bulat.
Bentuk badan koi betina biasanya lebih bagus dibandingkan koi jantan. Karena alasan tersebut banyak penggemar koi memilih koi betina untuk dipelihara. Dalam beberapa kontes koi betina lebih sering menjadi juara karena bentuk badannya. Namun demikian ada pula koi jantan yang memiliki bentuk badan yang bagus.
Sirip Ikan Koi
Ikan koi jantan dan betina memiliki perbedaan pada bagian siripnya. Sirip Koi Betina cenderung lebih besar tetapi memiliki warna yang lebih sedikit. Pada koi betina sirip cenderung memiliki bentuk yang bulat. Sirip ikan koi jantan memiliki sirip yang runcing pada bagian tepinya dan memiliki warna yang solid.
Sirip Ikan Koi Betina, Bagian tepi Bulat
 
Sirip Ikan Koi Jantan
Sirip Ikan Koi Jantan, BagianTepi Runcing


Selain pada bagian-bagian tersebut kita dapat membedakan jenis kelamin ikan koi dengan meraba pada bagian pipi dan siripnya. Pada Koi Jantan pipi dan sirip terdapat bintik-bintik putih, yang bisa dirasakan jika diraba. Utamanya pada ikan koi jantan dewasa dan mature.
01.22 | 0 komentar | Read More

Pemilihan IndukCiri-ciri induk ikan gurame yang baik

Written By gara on Rabu, 19 September 2012 | 22.23


1.Pemilihan IndukCiri-ciri induk ikan gurame yang baik adalah sebagai berikut:
Usahakan Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat.
ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
  • Betina Dahi meninjol.
2.Pemeliharaan Induk
Induk-induk terpilih (20-30 ekor untuk kolam seluas 10 m2) disimpan dalam kolam penyimpanan induk. Beri makanan selama dalam penampungan. Untuk setiap induk dengan berat antara 2-3 kg diberi makanan daun-daunan sebanyak 1/3 kg setiap hari pada sore hari. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 2 kali seminggu dengan takaran 1/2 blekminyak tanah setiap kali pemberian.
3.Pembenihan
Bila proses pematangan gonada (kandung telur dan sperma) di kolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Adapun cara pemijjahan ikan gurame adalah sebagai berikut:
  • Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 5 hari, perbaiki tanggul dan dasar kolam.
4.Pemeliharaan Bibit
Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau disawah sebagai penyelang. Dalam pelaksanaan pendederan adalah melakukan pengeringan kolam atau sawah, pemupukan, perbaikan pematang dan pemasangan saringan atau perbaikan pipa-pipa pada pintu pemasukan atau pengeluaran air.
Setelah persiapan selesai, benih ditebarkan dengan kepadatan 30 ekor/meter persegi dengan ukuran benih 5-10 cm pada kolam pendederan. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan adalah rayap atau daun-daunan yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan ratarata. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100 ekor benih. Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan.
22.23 | 0 komentar | Read More